Kapan Puasa Syawwal Dilakukan?

Kapan Puasa Syawwal Dilakukan?
Fadhilatus syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah

شهر شوال كله محل لصيام الست

فضيلة الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز – رحمه الله –

سائل : هل يجوز أن يختار صيام ستة أيام في شهر شوال، أم أن صيام هذه الأيام لها وقت معلوم؟ وهل إذا صامها تكون فرضاً عليه؟

Penanya:

Apakah seorang bebas memilih waktu untuk melaksanakan puasa 6 hari Syawwal atau puasa ini memiliki waktu tertentu (di bulan Syawwal)? Dan apabila dia mulai berpuasa, apakah status puasa tersebut menjadi wajib?

Baca tulisan ini lebih lanjut

Adab-adab Menggunakan Telepon

Saat ini, telepon bukan lagi barang mewah, bukan pula menjadi kebutuhan sekunder bagi kebanyakan orang. Telepon sudah layaknya menjadi kebutuhan primer. Lalu bagaimanakah tuntunan Islam dalam menggunakan telepon? Alhamdulillaah, pada kesempatan kali ini, kami menyajikan sebuah tuntunan ringkas tentang adab-adab berkomunikasi menggunakan telepon. Tuntunan ini kami sadur dari buku Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari, terjemahan dari Kitab Adaabul Muslim yang  disusun oleh Div. Ilmiyah Darul Wathan. Bagi pembaca yang ingin memperoleh ebook buku tersebut, bisa menghubungi kami di kolom komentar atau bisa juga mengunduh langsung di Perpustakaan Islam Maktabah Mufiidah (http://mufiidah.net) di sini. Semoga bermanfaat.

Perkataan Imam Empat Madzab tentang Wajibnya Mengikuti Hadits Rosulullooh

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amatlah sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)

[al-A’raaf ayat 3]

Pada kesempatan kali ini, alhamdulillaah, kami bawakan perkataan-perkataan empat imam madzhab -Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad- terkait dengan perintah untuk mengikuti sunnah dan meninggalkan setiap pendapat yang bertentangan dengannya. Tidaklah mereka menganjurkan untuk taklid pada pendapat mereka, bahkan mereka menganjurkan sebaliknya, yakni mengikuti Al Quran dan As Sunnah yang shohih. Setiap dari mereka menyebutkan, jika dijumpai pendapat mereka yang bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah, maka orang yang mengetahui harus mengikuti Al Quran dan As Sunnah, dan meninggalkan pendapat mereka. Oleh karena itu, hal ini merupakan pelajaran yang sangat bagus bagi orang-orang yang mengaku mengikuti salah satu dari imam-imam tersebut, namun tidak mau tunduk kepada Al Quran dan As Sunnah yang shohih.

Berikut perkataan-perkataan mereka yang dicatat oleh Al Imam Al Faqih Nashiruddin Al Albani rohimahullooh dalam pendahuluan kitab Sifatu sholatin nabiyy. Jika membutuhkan ebook dari kitab tersebut, bisa menghubungi kami dengan menuliskan di kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Rekaman kajian seputar Ramadhan

Tidak terasa bulan Ramadhan sudah akan menjumpai kita kembali. Alhamdulillaah. Sudahkah kita bersiap-siap menyambutnya? Dengan idzin Alloh, pada kesempatan kali ini, kami ingin berbagi tautan untuk mengunduh rekaman kajian seputar Ramadhan yang kami kumpulkan dari www.ngaji-online.com. Semoga dengan memahami hal-hal tersebut akan lebih menyemangati kita untuk memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat.

Mengikuti Imam Syafi’i

Hampir setiap kita pernah mendengar nama Imam Syafi’i. Bahkan sebagian dari kita pun ada yang mengikuti madzab beliau. Namun, tahukah kita tentang keteguhan beliau dalam mengikuti dan membela hadits-hadits Rosulullooh shollalloohu ’alaihi wa sallam?? Kebanyakan dari kaum muslimin yang mengaku-aku mengikuti Imam Syafi’i tidak mengetahui bagaimana keteguhan beliau dalam memegang dan membela hadits atau tuntunan Rosulullooh shollalloohu ’alaihi wa sallam. Akibatnya, saat dijumpai hadits dari Rosulullooh shollalloohu ’alaihi wa sallam dan bertentangan dengan apa yang selama ini mereka amalkan, maka mereka akan beralasan, bukankah Imam Syafi’i berpendapat demikian dan demikian? Seakan-akan melawan hadits Nabi shollalloohu ‘alaihi wa sallam dengan pendapat Imam Syafi’i.

Sungguh, jika kita tengok siapa beliau, kita akan jumpai bahwa beliau adalah orang yang sangat tinggi semangatnya dalam mengikuti Rasulullah shollalloohu ’alaihi wa sallam dan sangat marah terhadap orang yang menolak hadits Rasulullah shollalloohu ’alaihi wa sallam, sebagaimana yang disebutkan dari beliau ketika beliau ditanya tentang masalah tersebut, beliau berkata: “Telah diriwayatkan dalam masalah ini begini dan begini dari Nabi shollalloohu ’alaihi wa sallam, maka berkatalah seorang penanya: “Wahai Abu Abdillah apakah kamu mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh hadits tersebut? Maka Imam Syafi’i pun terperanjat dan bergetar seraya berkata, “Aduhai bumi yang mana lagi yang akan kupijak dan langit mana yang akan menaungiku jika aku meriwayatkan dari Nabi shollalloohu ’alaihi wa sallam suatu hadits lalu aku tidak berfatwa dengannya? Tentu aku akan menjunjung tinggi sabda beliau shollalloohu ’alaihi wa sallam.” [Shifatush Shafwah, 2/256].

Baca tulisan ini lebih lanjut

Berbagi info: Radio Assunnah Cirebon 92,3 FM Off Air

Pada kesempatan kali ini, kami ingin berbagi informasi kepada pembaca sekalian terkait ditutupnya Radio Assunnah Cirebon 92,3 FM (off air) disebabkan proses perizinan yang belum lengkap. Meski demikian Radio Assunnah akan tetap online d streaming.

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk menunjang siaran lagi, ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan; yang pertama, mengurus perizinan, dan ini sedang dilakukan meski membutuhkan waktu yang cukup lama (2 -4 tahun). Adapun yang kedua, cara yang lebih cepat, yakni membeli radio lain yang sudah bangkrut. Namun begitu, cara yang kedua ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itu, kami mengajak kepada pembaca sekalian untuk membantu keberlangsungan siaran Radio Assunnah lagi, baik dengan menyebarkan informasi ini kepada saudara lainnya, maupun dengan menyisihkan sebagian dari harta kita untuk kita infakkan untuk membantu pembelian radio tersebut.

Berikut informasi dari laman Radio Assunnah Cirebon 92,3 FM (http://www.radioassunnah.com/). Mohon disebarkan ke saudara yang lainnya. Terima kasih.

——————————————————

Baca tulisan ini lebih lanjut

Adab-adab terhadap Penguasa (Pemerintah)

Alhamdulillaah,sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, pada kesempatan kali ini kami bawakan riwayat-riyawat terkait sikap yang benar terhadap penguasa. Riwayat-riwayat ini kami sadur (copy) dari tulisan Ustadz Abu Abdurrohman Uli di Perpustakaan Islam (http://www.perpustakaan-islam.com). Tulisan beliau selengkapnya bisa di simak di sini. Semoga bermanfaat.

- Baca tulisan ini lebih lanjut

Nasehat kepada Penguasa (Pemerintah), Terang-terangan ataukah Sembunyi-sembunyi??? (4-selesai)

Pada postingan kali ini, kami akan melanjutkan tanya jawab terkait cara/metode mengoreksi penguasa, apakah dengan rahasia ataukah dengan terbuka (terang-terangan). Postingan ini adalah bagian keempat (terakhir) dari judul ini. Sebagaimana telah disebutkan pada postingan sebelumnya, tulisan ini adalah saduran (copy) dari artikel Kritik atas Pendapat yang Menyatakan “Mengoreksi Penguasa harus dengan GAYA TUKUL..??” yang ditulis oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Yahya Badrussalam, Lc (pengasuh situs http://abuyahyabadrusalam.com/). Tulisan beliau selengkapnya bisa disimak di sini.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Nasehat kepada Penguasa (Pemerintah), Terang-terangan ataukah Sembunyi-sembunyi??? (3)

Pada postingan kali ini, kami akan melanjutkan tanya jawab terkait cara/metode mengoreksi penguasa, apakah dengan rahasia ataukah dengan terbuka (terang-terangan). Sebagaimana telah disebutkan pada postingan sebelumnya, tulisan ini adalah saduran (copy) dari artikel Kritik atas Pendapat yang Menyatakan “Mengoreksi Penguasa harus dengan GAYA TUKUL..??” yang ditulis oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Yahya Badrussalam, Lc (pengasuh situs http://abuyahyabadrusalam.com/). Tulisan beliau selengkapnya bisa disimak di sini.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Nasehat kepada Penguasa (Pemerintah), Terang-terangan ataukah Sembunyi-sembunyi??? (2)

Pada postingan kali ini, kami akan melanjutkan tanya jawab terkait cara/metode mengoreksi penguasa, apakah dengan rahasia ataukah dengan terbuka (terang-terangan). Sebagaimana telah disebutkan pada postingan sebelumnya, tulisan ini adalah saduran (copy) dari artikel Kritik atas Pendapat yang Menyatakan “Mengoreksi Penguasa harus dengan GAYA TUKUL..??” yang ditulis oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Yahya Badrussalam, Lc (pengasuh situs http://abuyahyabadrusalam.com/). Tulisan beliau selengkapnya bisa disimak di sini.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.